Bappeda Litbang Kabupaten Enrekang menggelar Focus Group Duscusion (FGD) terkait kajian penyusunan Roadmap Inovasi Daerah Kabupaten Enrekang tahun 2020-2024 mendatang.

ENREKANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Litbang Kabupaten Enrekang menggelar Focus Group Duscusion (FGD) terkait kajian penyusunan Roadmap Inovasi Daerah Kabupaten Enrekang tahun 2020-2024 mendatang.

Kegiatan yang digelar bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian Dan Pengabdian Masyarakat ( LP2M) Unhas itu dilangsungkan di Aula Kantor Bappeda Enrekang, Senin (27/5/2019) siang.

Ketua Tim penyusun Kajian Roadmap Inovasi Daerah Kabupaten Enrekang, Prof Alwi, mengatakan FGD tersebut adalah kegiatan awal untuk melakukan Pemetaan Inovasi daerah lima tahun ke depan.

Dimana dalam FGD ini fokus membahas tentang kawasan Pariwisata terpadu yaitu agrowisata, agrobisnis, destinasi wisata dan edukasi wisata.

Hal itu penting dilakukan agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang pariwisata dan pertanian.

“Untuk memaksimalkan apa yang akan kita susun ke depan memang harus dibangun sinergitas, untuk itu Tim dari Unhas mencoba memfasilitasi hal ini,” kata Prof Alwi.

Ia menambahkan Sinergitas yang dimaksud adalah sinergitas dalam sebuah Organisasi yang akan dibentuk.

Dimana di dalamnya pemerintah, swasta, pelaku usaha dan masyarakat yang konsen pada satu kegiatan.

Sehingga tumbuh kesadaran bersama untuk melahirkan komitmen memajukan daerah Enrekang.

“Nantinya akan ada organisasi yang dibentuk, pemerintah ada di dalam organisasi itu tapi bukan atas nama Pemerintah tetapi sebagai pemerhati pariwisata atau pemerhati kopi misalnya. Jadi dalam Organisasi itu siapa saja bisa kita pasang yang penting mereka fokus bersama ingin membangun Enrekang,” ujarnya.

Sementara Kasubid Litbang Bappeda Enrekang, Asri, mengatakan FGD ini adalah kegiatan awal dimana kedua belah pihak akan mengumpulkan data terkait Roadmap Inovasi yang akan disusun.

“Akan ada seminar akhir untuk penyelesaian dokumen roadmap. Diseminar akhir akan lahir inovasi kolaboratif selama lima tahun kedepan,” ujarnya.